Kejari Jakpus periksa saksi terkait korupsi pengelolaan Pusat Data

Jakarta – Tujuh orang saksi telah diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Jakpus) dan jumlahnya diperkirakan akan bertambah hingga 70 saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang/jasa serta pengelolaan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS).

“Para saksi yang sedang diperiksa adalah pejabat dari Kementerian Komunikasi dan Digital serta individu yang terlibat dalam proses pengadaan dan pengelolaan PDNS,” jelas Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Bani Immanuel Ginting, ketika dihubungi pada hari Rabu di Jakarta.

Dia menjelaskan, pemeriksaan para saksi telah berlangsung sejak hari Senin (17/3) dan Selasa (18/3) dengan tujuh orang yang telah diinterogasi dalam kasus ini.

Bani menyatakan bahwa Kejari Jakpus berencana untuk memeriksa 70 orang saksi tambahan dalam perkara PDNS yang berpotensi merugikan negara melebihi Rp500 miliar. “Masih ada sekitar 70 orang saksi yang akan kami periksa, beserta para ahli dan pemeriksaan dokumen yang relevan,” katanya Tvtogel.

Ia menegaskan bahwa Kejari Jakpus berkomitmen untuk menangani kasus dugaan korupsi dengan cara yang profesional dan transparan, dan siap mengambil tindakan terhadap siapapun yang terlibat. “Kami bertekad untuk menegakkan hukum secara profesional dan transparan serta mendorong semua pihak untuk mendukung proses penyidikan ini,” tambahnya.

Sebelumnya, Kejari Jakarta Pusat (Jakpus) sedang menyelidiki sebuah kasus dugaan korupsi di bidang pengadaan barang dan jasa serta pengelolaan PDNS di Kementerian Komunikasi dan Digital yang menyebabkan kerugian negara lebih dari Rp500 miliar.

“Kerugian negara yang terkait dengan dugaan korupsi diperkirakan sekitar Rp500 miliar,” ungkap Bani. Menurutnya, dugaan korupsi ini berkaitan dengan pengadaan barang/jasa dan pengelolaan PDNS di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang kini dikenal sebagai Komdigi selama tahun 2020 hingga 2024.

Kasus ini bermula dari pengadaan barang/jasa PDNS yang dilaksanakan oleh Komdigi pada kurun waktu 2020 hingga 2024 dengan total anggaran sebesar Rp958 miliar.

By admin

Related Post