Jakarta – Sebanyak 1. 000 peserta berpartisipasi dalam tahap kedua seleksi pelatihan kerja yang diselenggarakan di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur.
Teguh Hendarwan, Kepala PPKD Jakarta Timur, mengungkapkan pada hari Kamis bahwa seleksi ini ditujukan bagi calon peserta yang akan mengikuti pelatihan gelombang kedua, yang direncanakan berlangsung dari 14 April hingga 14 Juni 2025.
“Mereka akan mengikuti pelatihan gelombang kedua di PPKD Jakarta Timur, yang mencakup 10 jenis program pelatihan,” jelas Teguh.
Dari jumlah 1. 000 pendaftar yang telah melewati tahapan administrasi, hanya 320 peserta yang akan diterima. Proses seleksi ini meliputi tes tertulis dan wawancara yang dilaksanakan di aula PPKD Jakarta Timur.
Peserta akan diuji secara bergantian oleh tim seleksi yang berasal dari PPKD, dengan bantuan ahli bahasa isyarat. Selain itu, mereka juga mendapatkan dukungan dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).
Di antara seribu peserta, terdapat penyandang disabilitas yang akan mengikuti pelatihan sebagai Barista. Di samping itu, ada juga individu dari Kelurahan Klender dan Cipinang Besar Utara (CBU) yang diduga terlibat dalam tawuran.
Seleksi ini dilakukan untuk memastikan bahwa para peserta benar-benar berkomitmen untuk mengikuti pelatihan kerja.
“Tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti pelatihan di PPKD Jakarta Timur sangat terlihat. Hari ini, meskipun bulan puasa, mereka tetap datang dengan jumlah yang banyak,” ungkap Tvtogel Teguh.
Bagi warga Klender dan CBU yang sering terlibat tawuran, diwajibkan untuk menyertakan surat keterangan dari orang tua serta pernyataan yang telah diketahui oleh pihak kelurahan setempat. Ini dimaksudkan untuk memastikan komitmen mereka dalam mengikuti pelatihan.
Selain itu, bagi penyandang disabilitas, akan disediakan satu kelas khusus untuk pelatihan Barista, sedangkan sisanya akan mengikuti program pelatihan reguler.
Selain program pelatihan reguler, pihak PPKD juga telah memulai seleksi tahap kedua untuk pelatihan melalui “mobile training unit” (MTU). Sebanyak 80 peserta direncanakan akan dilatih di delapan MTU yang berbeda.
Frans Susanto, seorang juru bahasa isyarat, mengatakan bahwa peserta dari kalangan disabilitas juga sangat antusias untuk mengikuti pelatihan. Kebanyakan dari mereka belum pernah memiliki pekerjaan sebelumnya.
“Untuk peserta disabilitas, fokus pertanyaannya adalah mengenai data diri mereka. Selain itu, kami juga menanyakan dari mana mereka mendapatkan informasi tentang pelatihan kerja,” kata Frans.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur memberikan fasilitas pelatihan kerja bagi individu yang terlibat dalam tawuran di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur pada hari Rabu.
“Kami memberikan kesempatan bagi mereka (yang terlibat tawuran) untuk belajar dan memperoleh pelatihan. Ini akan menjadi modal bagi mereka untuk bisa bekerja di masa depan,” ujar Iin Mutmainnah, Pelaksana Tugas Wali Kota Jakarta Timur, di Gedung PPKD Jaktim Pondok Kelapa, Duren Sawit pada Rabu (26/2).
Menurut Iin, pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan dan mencegah tawuran yang sering terjadi di Jakarta Timur, terutama di wilayah Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, dan Klender, Kecamatan Duren Sawit.